Laporan sebelumnya pada Juli mencatat 239 anak meninggal sejak Januari karena kelangkaan makanan dan obat-obatan. “Data ini menunjukkan bagaimana krisis pangan dan kesehatan di El Fasher semakin tak terkendali,” ungkap kelompok tersebut.

Baca Juga: Era Baru Dimulai, Robot Humanoid Tempuh Pendidikan Mahasiswa Doktoral di Akademi Teater China

Kondisi ini tidak dapat dilepaskan dari bentrokan berkepanjangan yang melanda El Fasher sejak Mei 2024. Pertempuran sengit antara Angkatan Bersenjata Sudan (Sudanese Armed Forces/SAF) beserta sekutunya dengan paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (Rapid Support Forces/RSF) semakin intensif dalam beberapa pekan terakhir.

Pertikaian kedua pihak itu bukan hanya menimbulkan jatuhnya korban jiwa di medan tempur, tetapi juga menghancurkan jaringan distribusi bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan para pengungsi.

Sejak konflik SAF dan RSF pecah pada April 2023, Sudan tercatat mengalami salah satu krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Puluhan ribu orang telah meninggal, sementara jutaan lainnya terusir dari tempat tinggal mereka. Kondisi di kamp Abu Shouk hanyalah gambaran kecil dari penderitaan yang meluas di berbagai daerah.