KENDARI, TELISIK.ID - Kasus stunting pada anak di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) alami penurunan dengan nilai 0,8 persen dari tahun 2018. Angka itu turun menjadi 30,2 persen di tahun 2021.

Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Asmar mengatakan, Sultra masih darurat masalah stunting anak.

"Penurunannya terbilang sangat kecil, dan Sultra masih masuk ke dalam lima besar se-Indonesia," ucap Asmar, Rabu (26/1/2022).

Ia mengatakan, hal ini masih menjadi persoalan sehingga membutuhkan strategi untuk dapat menangani kasus stunting di Sultra.

"Kami menggandeng Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah, juga membentuk tim khusus (TPPS) dalam penurunan masalah stunting untuk masing-masing kabupaten/kota," ucapnya.