Mantan Kepala Desa Lawada Jaya, Amanat, mengungkapkan bahwa meski masyarakat pernah menerima bantuan bibit dari dinas pertanian atau pemerintah daerah, bibit yang disediakan sering kali tidak sesuai dengan kebutuhan sehingga produktivitas hasil pertanian tidak maksimal.
"Kita tidak bisa membandingkan dengan daerah lain, seperti di Konawe, karena regulasi di sana lebih baik, sementara di sini masih banyak kendala," ujarnya.
Selain bibit, masyarakat juga menghadapi masalah terkait ketersediaan pupuk. Para petani merasa kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi karena prosesnya yang rumit dan harga yang tidak sesuai dengan subsidi.
Terkait hal ini, Amanat berharap pemerintah bisa memberikan kemudahan dalam regulasi agar petani tidak kesulitan di masa depan, demi kesejahteraan masyarakat yang merata.
Amanat juga mengusulkan pembentukan perusahaan daerah untuk memasarkan hasil pertanian.
