KENDARI, TELISIK.ID - Gibah, secara tak sadar banyak orang sering melakukan. Padahal, dosanya sangat besar dan bisa mendatangkan ancaman siksa kubur di akhirat.

Gibah adalah salah satu perbuatan dosa yang dibenci Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam kehidupan sehari-hari, gibah adalah perbuatan yang sangat mudah dilakukan, bahkan tanpa disadari. Gibah menjadi istilah populer dalam masyarakat untuk menyebut perilaku bergunjing atau bergosip.

Dikutip dari liputan6.com, secara etimologi, gibah berasal dari bahasa Arab dari kata ghaabaha yaghiibu ghaiban yang berarti ghaib, tidak hadir. Berdasarkan etimologi ini dapat dipahami, gibah adalah bentuk “ketidakhadiran seseorang” dalam sebuah pembicaraan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gibah adalah kegiatan membicarakan keburukan (keaiban) orang lain atau bergunjing.

Gibah adalah perbuatan membicarakan aib atau keburukan orang lain. Bahkan, meskipun yang dibicarakan itu sesuai kenyataan, gibah tetaplah perbuatan yang zalim.

Dalam Islam, gibah bukan perilaku yang terpuji dan sangat dilarang karena berisiko menimbulkan fitnah. Orang yang bergibah bahkan diibaratkan seperti memakan bangkai saudaranya sendiri. Selain itu, gibah adalah perbuatan yang sangat dekat dengan perbuatan tercela lainnya seperti fitnah, iri, dan dengki.