“Gibah itu lebih berat dari zina. Seorang sahabat bertanya, "Bagaimana bisa?" Rasulullah SAW menjelaskan, "Seorang laki-laki yang berzina lalu bertobat, maka Allah bisa langsung menerima tobatnya. Namun, pelaku gibah tidak akan diampuni sampai dimaafkan oleh orang yang digibahnya,” (HR. At-Thabrani).
Tak hanya itu, diriwayatkan bahwa Allah pernah berfirman kepada Nabi Musa AS,
“Siapa saja yang meninggal dunia dalam keadaan bertaubat dari perbuatan gibah, maka dia adalah orang terakhir masuk surga. Dan siapa saja yang meninggal dalam keadaan terbiasa berbuat gibah, maka dia adalah orang yang paling awal masuk neraka.”
Lebih bahaya lagi, kelak di akhirat orang yang suka gibah akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah oleh orang yang digibahnya. Amal kebaikannya dibayarkan kepada orang-orang yang pernah dizaliminya, termasuk kepada orang yang telah digibahnya. Setelah amal kebaikannya habis, amal keburukan orang-orang yang dizaliminya ditimpakan kepada dirinya.
Akibatnya, dia akan menjadi orang yang bangkrut, sebagaimana yang digambarkan Rasulullah SAW dalam hadis berikut ini.
