"Pemilu milenial itu cirinya adalah hampir sebagian besar tidak terlepas dari aktifitas yang menggunakan handphone dan internet," ungkap Prof Eka Suaib, Kamis (5/1/2023).

Pemilih milenial biasanya apatis terhadap dunia politik. Maka dari itu para calon harus menggunakan metode yang berbeda dalam menarik perhatian para pemilih.

Dalam hal ini pendekatan melalui media sosial, di mana para calon harus membuat citra yang baik yang kemudian diposting di media sosial seperti instagram, Facebook, dan media lainnya.

"Hal ini itu merupakan strategi politik, yang dalam dunia politik disebut sebagai virtual politik," tutupnya.

Seorang pemilih baru atau pemilih milenial, Basirudin (20) mengungkapkan, mereka tidak terlalu tertarik dengan dunia politik.