“Bagaimana bisa mereka tahu detail data wajib pajak saya dan langsung menargetkan dengan modus seperti itu. Ini berbahaya, karena bisa saja jika saya ikuti arahannya mengarah ke kebocoran data, termasuk bisa akses rekening,” katanya.

Baca Juga: UT Kendari Kukuhkan 246 Wisudawan, IRT Asal Wakatobi Lulusan Terbaik

Nasir berharap instansi terkait, khususnya Kantor Pajak Pratama Kendari, segera menelusuri dugaan kebocoran data tersebut.

“Ini harus diselidiki serius. Jangan sampai banyak korban lain yang tertipu,” tegasnya.

Sekretaris Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kendari, Firmansyah, mengatakan bahwa akan menjadwalkan wawancara khusus terkait hal yang berkaitan dengan kebocoran data wajib pajak.