Menerima jawaban seperti itu, Anies merasa tidak puas. Dia kemudian menyinggung pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista), PT Teknologi Militer Indonesia, Indonesia Defensive Security, lalu orang dalam di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam pengelolaan food estate yang dinilainya telah melanggar etika.
Anies pun menyebut telah terjadi pembiaran oleh Prabowo terhadap pelanggaran etika oleh cawapresnya, Gibran Rakabuming Raka.
“Artinya, ada kompromi atas standar etika. Ini fakta dan kemudian dalam pidato bapak mengolok-olok pentingnya etika, saya tidak tega mengulanginya,” tegas Anies yang kemudian meminta penjelasan dari Prabowo terkait pelanggaran etika tersebut.
Prabowo lalu merespons pertanyaan Anies dengan intonasi suara yang sedikit naik. Dia menyebut bahwa data yang disampaikan Anies keliru. Prabowo kemudian mengajak Anies untuk bertemu dan membuka data yang dimilikinya.
“Dimana masalahnya, saudara bicara etik-etik. Saya tuh keberatan karena saya menilai, maaf ya, karena Anda desak saya, saya menilai Anda tidak pantas bicara soal etik. Saya merasa bahwa Anda itu menyesatkan. Itu aja, saya boleh berpendapat, kan?” ujar Prabowo.
