POLEWALI MANDAR, TELISIK.ID - Sejak dua belas tahun lalu, wanita itu mencurahkan segenap waktunya untuk anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) dari pagi, siang, sore, bahkan malam.

Nardawati Arsyad, namanya. Wajahnya berona tegas, namun penuh ramah. Renyah saat diskusi soal ABK atau hal lain. Ia takkan sungkan berbagi cerita.

Ibu dari dua anak itu adalah lulusan Diploma II Sekolah Guru Pendidikan Luar Biasa (SGPLB) Makassar. Ia sebelumnya tenaga pengajar di SLB Negeri Wonomulyo. Hingga kini masih menjadi guru honorer di SLB Mapilli.

Ia telah terbiasa bercengkrama bersama ABK. Di tempat ia mengajar, mendidik anak-anak tunanetra, tunarungu, tunadaksa, tunagrahita, downsyndrom, sdan anak dengan kesulitan belajar/autis.

Anak dikelompokkan sesuai dengan kebutuhan khususnya. A untuk tunanetra, B untuk tunarungu, C untuk tunagrahita, D untuk tunadaksa, P untuk downsyndrom, dan K untuk kesulitan belajar atau autis.