Saat pemanggilan, Syamsul Ibrahim menyampaikan pandangannya mengenai ketidakhadiran pasangan HADIR. Ia menegaskan pentingnya kehadiran langsung calon dalam acara resmi yang diselenggarakan oleh KPU.

“Acara ini adalah untuk pasangan calon. Kita harus menghargai posisi tersebut,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa kampanye damai seharusnya menjadi pesta demokrasi yang menyenangkan, bukan ajang perdebatan atau saling menjatuhkan.

Sementara itu, Rusdianto, pasangan calon nomor urut 2, menambahkan bahwa KPU perlu tegas dalam menetapkan aturan. Ia menegaskan bahwa yang diundang adalah pasangan calon, bukan wakil mereka.

“KPU harus memastikan bahwa semua yang naik ke panggung adalah pasangan calon, bukan perwakilan,” tegasnya.