Saat tiba di lokasi yang berkisar 2 km dari jalan masuk, rombongan melihat adanya kerangka manusia (tengkorak kepala). Tidak jauh dari kerangka tersebut, ditemukan sarung berwarna biru dan tas noken berwarna hijau putih.

Kakak korban, La Sabaha (54), menyatakan bahwa setelah pulang dari perantauan di Papua, Ariani mengalami gangguan kejiwaan (kadang normal dan kadang kambuh).

Ariani sering meninggalkan rumah, namun kali ini adalah yang pertama kali ia tidak pulang. Ariani meninggalkan rumah pada Kamis, 2 November 2023, dengan mengenakan sarung berwarna biru dan membawa tas noken berwarna hijau putih. (A)

Penulis: Elfinasari

Editor: Haerani Hambali