Sejak setahun lalu, ibu satu anak ini memutuskan untuk bekerja demi membantu perekonomian keluarganya.
Sang suami juga bekerja sebagai sopir angkot di Kota Kendari, juga membantunya membawa peralatan dan botol-botol tempat bensin ecernya ditakar.
"Setiap pagi bawa perlatan dari rumah, diantar suami, kemudian dia lanjut mencari penumpang," katanya.
Tak berminat untuk menjual yang lain, selain bensin dengan modal sedikit juga bisa ia berjualan di tempatnya saat ini tanpa harus menyewa lahan.
"Hanya ini yang modalnya sedikit, kalau yang lain butuh modal besar, belum lagi harus punya kios dan lahan sendiri," ucapnya sambil menundukan kepalanya.
