Dalam berjualan, kerap kali dirinya menghadapi cobaan, mulai dari lahan yang ia tempati di pinggir jalan sering mendapat peringatan dari Satpol PP.
Sehingga payung gazebo yang ia miliki untuk berlindung, berjauhan dengan jualannya dan harus pulang balik setiap kali para pembeli datang.
Derai keringat berjatuhan di ubun menyaksikan perjuangan. Gerakan tangan yang begitu lihai menyusun botol-botol kosong untuk diisi bensin ecer.
Baca Juga: Demi Sekolah, Siswi Yatim Piatu di Wakatobi Rela Jalan Kaki 14 Kilometer
Di balik letihnya perjuangan, tak pernah lupa dirinya selalu bersyukur pada setiap apa yang ia dapatkan setiap harinya.
