KENDARI, TELISIK.ID - Rafli Putra adalah seorang anak SMP kelas 9, umurnya yang masih berusia 13 tahun, tidak menyurutkan semangatnya untuk bisa membantu ekonomi keluarga.  

Demi membantu keluarganya, Rafli bekerja sebagai buruh pikul di pasar Mandonga Kota Kendari. Di sela kesibukannya bersekolah, Rafli masih bisa bekerja memikul barang belanjaan para pembeli di pasar.

Rafli tinggal bersama bapak dan ibunya beserta 3 orang saudaranya di sebuah rumah di Kelurahan Wawombalata, dekat lampu merah, Mandonga. Bapak Rafli yang hanya seorang kuli bangunan, membuatnya berinisiatif ikut mencari uang dengan menjadi buruh pikul, tak hanya Rafli, kakaknya Taufan (15) juga ikut menjadi buruh di pasar.

Saat libur, sejak pukul 06.00 Wita, Rafli sudah bergegas ke pasar bersama tentengan kayu panjang yang siap berada di punggungnya. Dengan pakaian yang terlihat lusuh, serta kaki yang tak beralaskan sendal, juga jalanan yang becek karena hujan yang mengguyur pasar Mandonga, menyebabkan kaki Rafli dipenuhi becek.

Walau begitu, Rafli terus berjalan menyusuri sepanjang pasar mencari orang yang membutuhkan jasanya untuk memikul barang.