Uang yang diperoleh tidak seluruhnya digunakan untuk kepentingan pribadi. Gilang membaginya menjadi dua bagian, yakni untuk membantu kebutuhan keluarga dan memenuhi keperluan sekolah.
"Kalau sehari biasanya dapat Rp 50.000. Kalau malam Minggu bisa sampai Rp 100.000. Uangnya dibagi dua, setengah untuk mama dan setengahnya untuk uang jajanku di sekolah," ujarnya.
Gilang merupakan anak kembar. Saudara kembarnya turut membantu perekonomian keluarga dengan berjualan gorengan bersama ibu mereka. Aktivitas berjualan itu dilakukan di beberapa lokasi, antara lain kawasan Kebi, Kali Kadia, dan Pasar Panjang.
Sementara itu, ayahnya bekerja sebagai buruh angkut barang di kawasan kontainer. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Untuk mencapai kawasan MTQ, Gilang terkadang menggunakan jasa transportasi daring Maxim. Biaya perjalanan itu dibayarkan oleh ibunya. Namun, jika tidak menggunakan kendaraan daring, ia memilih berjalan kaki.
