"Kadang naik Maxim, kadang juga jalan kaki. Kalau naik Maxim, mama yang bayarkan," tuturnya.

Perjalanan pulang menjadi persoalan tersendiri bagi Gilang. Aktivitas mengamen yang berakhir sekitar tengah malam membuatnya terkadang kesulitan memperoleh kendaraan untuk kembali ke rumah.

Jika tidak mendapatkan Maxim, ia berusaha mencari tumpangan kendaraan yang melintas. Salah satu pilihannya adalah menumpang truk yang melewati jalan tempatnya menunggu.

"Kalau pulang biasa nebeng di mobil truk. Saya tahan di pinggir jalan kalau ada yang lewat. Kalau tidak dapat, jalan kaki, karena susah dapat Maxim kalau sudah tengah malam," katanya.

Gilang mengaku terkadang mendapat teguran dari orang tuanya karena aktivitas mengamen tersebut. Meski begitu, ia menyebut tidak selalu dilarang untuk melakukannya.