TEL AVIV, TELISIK.ID - Seorang tentara perempuan Israel mengaku melakukan hubungan intim secara fisik dengan tahanan pria Palestina. Tujuannya untuk mendapatkan informasi dari para narapidana.
Praktik itu terjadi pada 2018. Beberapa mantan sipir wanita mengaku bahwa mereka telah digunakan sebagai alat tawar-menawar dengan narapidana, dan sengaja ditempatkan di jalan yang berbahaya oleh atasan mereka untuk mendapatkan konsesi dari para narapidana.
"Penjara itu menyerahkan tentara wanita kepada teroris untuk tujuan seksual,” katanya.
Baca Juga: Gelar Doa Bersama, Golkar Jawa Timur Galang Dana untuk Palestina
Mereka menyerahkan tentara wanita kepada teroris untuk tujuan seksual. Merujuk pada praktik menempatkan para tentara wanita dalam kontak dekat dengan tahanan sebagai objek seks untuk dilirik atau bahkan diserang.
