Saat ini, ia tinggal bersama isterinya dan dua orang anak di sebuah rumah sederhana di Kecamatan Abelisawah, Kota Kendari.

Setiap hari, Aspuri harus bangun lebih awal, menempuh perjalanan berkilo-kilo meter untuk membeli bahan-bahan yang akan ia gunakan membuat keripik singkong.

Baca Juga: Kisah Perjuangan Karim dan Sindi, Pasangan Suami Istri Penyandang Tunanetra

Baca Juga: Tak Ingin Harap Iba, Nenek Ini Rela Jualan Sayur hingga Malam

Ia akan berkeliling menjajakan keripik, mulai dari pukul 14.00-18.00 Wita. Dalam sehari, ia mengaku biasa memperoleh keuntungan Rp 100.000 - Rp 200.000.