Baca Juga: Benarkah 89 Orang TKA China ke Sultra Pasca Transit di Morowali?
Sebetulnya, lanjut Adil, ia ragu menumpangi kantinting karena khawatir akan keselamatannya, namun baginya tidak ada lagi pilihan lain agar bisa berlebaran dengan orang tuanya di kampung.
"Ragu-ragu juga sebenarnya, tapi mau diapa, daripada tidak pulang," ungkapnya.
Menurut pria lulusan S1 Universitas Halu Oleo (UHO) ini, larangan mudik lebaran adalah keputusan yang tidak adil.
Adil juga heran, mengapa pulang kampung saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 9 Desember 2020 di perbolehkan, mengapa mudik lebaran justru tidak diperbolehkan.
