"Kadang dikasih Rp 110 ribu kadang juga dikasih Rp 120 ribu, itu pun sesuai perjanjian dengan tukangnya. Alhamdulillah, sebagian langsung saja saya tabung uangnya untuk biaya kuliah," tutur Arifin.
Baca juga: Dua Tahun Menderita Radang Usus, Tak Punya Biaya untuk Operasi
Kemudian lanjutnya, kedua orang tua tercintanya, tak mengetahui pekerjaan yang dia geluti sekarang ini, sebab tambahnya, tak ingin menyusahkan mereka.
"Saya tidak ingin merepotkan kedua orang tua di kampung," ucapnya tertunduk.
Arifin yang masih bekerja sebagai kuli bangunan ini mengaku, berasal dari luar Pulau Kota Kendari. Sebelumnya, sengaja bertandang di Bumi Anoa dengan niat melanjutkan studinya.
