Sementara dilansir Akurat.co, Suku Himba adalah masyarakat pribumi yang tinggal di Kunene, Namibia. Jumlahnya diperkirakan mencapai 50 ribu orang. Sebagai masyarakat adat, mereka punya sejumlah tradisi yang cukup unik, seperti tradisi memakai krim merah bata, berdoa dengan api, hingga mandi menggunakan asap.

Keberadaan suku Himba diketahui pada awal abad ke-16 saat mereka menyeberang perbatasan Angola. Kaokoland (kini disebut Kunene) pun mereka pilih sebagai pemukiman baru mereka. Pada saat itu, mereka belum disebut Himba karena masih bergabung dengan suku Herero.

Pada akhir abad ke-19, Namibia terus-menerus dilanda wabah yang menyerang sapi. Akibatnya, sebagian ternak Herero pun mati dan terjadilah krisis pangan. Suku itu pun pindah ke selatan dan menjelajahi berbagai daerah untuk bertahan hidup. Namun, beberapa anggota memutuskan tinggal. Di saat itulah terjadi perpecahan dalam suku dan munculah suku Himba.

Dalam bahasa Otjiherero, Himba artinya pengemis. Pasalnya, diperkirakan setelah terjadi perpecahan, banyak dari mereka mencari pangan dengan meminta dari sesama atau anggota suku lainnya. (C)

Reporter: Ibnu Sina Ali Hakim