"Cuaca ekstrem dan bencana ekologis tidak hanya mengancam keselamatan dan kesehatan masyarakat, tetapi juga mengganggu mata pencaharian, menekan pendapatan, dan menaikkan harga pangan. Kabut asap yang berkepanjangan adalah contoh nyata bagaimana krisis ekologis membebani kehidupan masyarakat," kata Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait.
Mahasiswa Sembilan Kampus Gelar Aksi Dua Tahap
Di titik lain, mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) menggelar aksi simbolik di Tugu Proklamasi, Menteng, mulai pukul 09.00 WIB. Aksi dilanjutkan dengan aksi massa di kawasan Tugu Tani, Jalan Raya Kebon Sirih, pada pukul 15.00 WIB. Komite Sadar beranggotakan BEM UI, Keluarga Mahasiswa ITB, mahasiswa Unpad, BEM Undip, BEM Unnes, Serikat Mahasiswa UGM, BEM UPN Veteran Yogyakarta, BEM Unair, dan Eksekutif Mahasiswa UB.
"Gerakan terdiri dari dua rangkaian, yaitu pagi hari aksi simbolik (Tugu Proklamasi) dan siangnya aksi massa (Tugu Tani)," kata Ketua BEM UI Yatalathof Imawan dalam pesan singkat.
Peserta aksi diperkirakan sekitar 500 orang, menurut keterangan ketua BEM UI yang dikutip sejumlah media. Hingga Selasa siang, aksi di Tugu Proklamasi dilaporkan berlangsung tertib dengan pengawalan aparat. BEM UI juga menyoroti kebakaran hutan dan lahan, ambruknya pasar saham, dan pelemahan rupiah sebagai sinyal kerapuhan ekonomi nasional.
