BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Ratusan masyarakat yang tergabung dalam aliansi masyarakat dan mahasiswa Kepton kembali mendesak DPRD Buton Selatan (Busel) segera membentuk panitia khusus (pansus) atas dugaan ijazah palsu milik Bupati Busel, H. La Ode Arusani.
Aksi tersebut berjalan ricuh lantaran pihak sekretariat DPRD Busel menolak mengikuti jalannya rapat. Mengetahui hal itu, salah satu peserta aksi mengamuk dan kemudian naik ke atas meja sidang saat sebagian anggota telah siap menerima aspirasi massa.
"Kenapa belum dimulai ini rapat. Dimana itu pihak Kabag Persidangan," teriak Alun.
Tak cukup sampai di situ, ia kemudian berlari menuju ruang kantor bagian sekretariat dengan melangkahi sejumlah anggota untuk mencari Kabag Persidangan Sekretariat DPRD Busel, Zainal.
Jalannya rapat berlangsung tegang. Apalagi, jumlah anggota yang hadir dalam rapat belum dinyatakan korum. Dari 20 anggota DPRD Busel, hanya 13 anggota yang hadir dalam rapat tersebut. Mereka di antaranya, Wakil Ketua Satu, Aliadi, Wakil Ketua Dua, Pomili Womal, La Hijira, La Nihu, La Saali, Wa Kodu, La Ode Amal, La Ishaka, Muh. Alamin, La Ode Ashadin, Lismayarti, Karlina dan H. La Opo. Informasi yang diterima, salah satu anggota DPRD partai Demokrat tengah dalam perjalan dari Buton Utara menuju Busel. Anggota tersebut adalah, Arlin.
