KENDARI, TELISIK.ID - Aksi demonstrasi berujung ricuh terjadi di depan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Kendari, antara pihak kepolisian dan para demonstran.
Menanggapi hal itu, Kepala BLK Kendari, La Ode Haji Polondu menjelaskan, beberapa tuntutan dari masa aksi yakni meminta untuk membatalkan hasil lelang pekerjaan workshop las dan workshop otomotif mobil.
"Yang harus dipahami Pokja bekerja secara independen tanpa pernah saya intervensi. Artinya, mereka bekerja melaksanakan proses lelang pengerjaan workshop dan oleh Kepala BLK Kendari membiarkan itu tanpa harus dicampuri," ungkapnya, Kamis (18/3/2021).
Selain itu, Polondu mengatakan, di tahun 2020 dan 2021 sudah berbeda mekanisme kerja, yang dimana sebelumnya itu pengangkatan dan pembentukan tim Pokja dilakukan oleh Kepala BLK.
"Tahun 2021 ini Kepala BLK tidak membuat surat keputusan tentang pengangkatan dan penetapan Pokja, dan saat ini anggota Pokjanya sudah digabung dua dari ULP Kementerian Ketenagakerjaan serta tiganya dari sini dan koordinasinya bukan sama Kepala BLK lagi, tapi langsung di kementerian," jelasnya.
