Aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap mantan Bupati Buton Selatan, La Ode Arusani yang dianggap gagal dalam menjalankan roda pemerintahan. Bagaimana tidak, hampir setiap Minggu pelantikan pejabat OPD dilakukan. Bahkan terdapat beberapa Kadis hanya menjabat tiga hari.
Baca Juga: BKKBN Fokus Tangani Kasus Stunting 49 Desa di Konawe
Tak hanya itu, jabatan-jabatan pada lingkup birokrasi maupun non birokrasi dijabat oleh istri, anak, adik, ipar dan sepupu Arusani.
"Kalau saudara Arusani itu 100, jangan harap bapak-bapak ini (anggota DPRD), akan duduk di sini. Makanya kami jenuh kalau iparnya (La Ode Budiman) yang jadi Pj di Busel ini," terang salah satu peserta aksi perwakilan Kecamatan Sampolawa, Azwan.
Berbeda dengan La Ode Aliyamin. Kata dia, sejak proses seleksi Sekda, La Ode Budiman juga belum layak menduduki jabatan jenderal ASN itu. Bagaimana tidak, dirinya belum melampaui dua tahun menjabat sebagai pejabat eselon dua atau kepala dinas.
