Massa berorasi secara bergantian, menyampaikan kritik keras bahwa kebijakan tersebut dianggap jauh dari kepentingan rakyat.

Salah satu peserta aksi, Ajji Darmawan, menyatakan bahwa demonstrasi ini memiliki dua alasan utama. Pertama, sebagai penghormatan kepada rekan mereka yang meninggal. Kedua, untuk menolak kebijakan DPR yang dinilai tidak logis dan merugikan masyarakat.

“Yang pertama, kita merespon aksi dari komisi lain, karena ini bentuk suka cita kita juga bagi saudara kita yang meninggal baru-baru ini. Kedua, bagaimana kita merespon terhadap tunjangan perumahan yang diberikan oleh DPR RI, itu yang kita pertanyakan dari DPRD Sulawesi Tenggara,” ungkapnya saat berorasi.

Ajji menegaskan bahwa alasan DPR mengenai rumah jabatan yang disebut tidak layak huni tidak bisa dijadikan dasar pengalihan anggaran. Menurutnya, kebutuhan masyarakat seharusnya diprioritaskan dibandingkan memberikan fasilitas tambahan kepada wakil rakyat.

“Kenapa anggaran itu dialihkan ke tunjangan perumahan. Itu yang kita persoalkan,” ujarnya.