Deputi Bappilu Partai Demokrat, Kamhar Lakumani, juga belum bersedia mengungkap materi pembahasan antara SBY dan Jokowi di Intana Bogor pada Senin (2/10/2023) petang. Dia hanya menyebut pertemuan kedua tokoh sebagai bagian silaturahmi.

“Benar ada silaturahmi kebangsaan antara Pak SBY dan Pak Jokowi. Pertemuan dua presiden, Presiden RI ke-6 Pak SBY dan Presiden Jokowi tentu yang dibicarakan terkait politik kebangsaan dan politik kenegaraan. Silaturahmi ini kami yakini akan memberi dampak positif membuat dinamika politik menjadi lebih teduh dan sejuk,” kata Kamhar.

Politisi senior Partai Demokrat, Syarief Hasan, pun enggan menjelaskan isi pertemuan SBY dengan Jokowi. Dia menyebut terlalu dini bagi partainya untuk bicara soal kabinet pada saat ini. Apalagi tawaran bagi Demokrat untuk masuk ke kabinet pemerintahan Jokowi.

“Terlalu dini bicara soal kab (kabinet). PD (Partai Demoktrat) di luar kab (kabinet) lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengapresiasi upaya Demokrat menjalin komunikasi dengan Jokowi melalui SBY.