Dibeeitakan sebelumnya, aksi demonstrasi tersebut dilakukan gabungan masyarakat, nelayan dan mahasiswa Desa Sangi-Sangi, pada 15 September 2021 lalu, terkait pencemaran laut oleh aktivitas PT. Gerbang Multi Sejahtera (GMS).
Demonstrasi di Site Amesiu PT. GMS, Desa Sangi-Sangi, Kecamatan Laonti, Konawe Selatan berujung ricuh antara pendemo dan kepolisian.
Kericuhan awalnya ketika pihak kepolisian tiba-tiba menginstruksikan sopir mobil pengangkut ore nikel PT GMS yang tertahan oleh demonstran, untuk menerobos.
Baca Juga: Menko Perekonomian Klaim Realisasi Program PEN Capai Rp 395,92 Triliun
Baca Juga: Hari Ini Napoleon Diperiksa Bareskrim Terkait Penganiayaan M Kece
