“Kami mengutamakan pelayanan. Nah, kalau ada perusahaan yang ingin bermitra, kami langsung datang di tempatnya untuk melakukan presentasi dan penawaran harga. Jadi intinya kami selalu jemput bola, langsung mendatangi perusahaan yang bermitra dengan kami. Karena dengan begitu, kami bisa mengetahui apa permasalahan yang dihadapi oleh perusahaan dan tenaga kerja di lapangan,” jelasnya.

Apalagi, tambah dia, usaha ini bukan mengatur mesin yang bisa diatur begitu saja, tetapi usaha ini mengelola manusia yang memiliki karakter yang berbeda-beda. Sehingga perlu lebih banyak memahami, sebab untuk meminimalisir masalah yaitu dengan banyak menjalin komunikasi.

Baca juga: Berawal Tanya Soal Setan, Noe Letto yang Ateis Putuskan Jadi Mualaf

“Kami terus jalin komunikasi baik dengan user maupun karyawan. Kami jadikan karyawan seperti teman dan bukan bawahan, maka dengan adanya kedekatan itu, kami bisa meminimalisir masalah,” katanya.

Di tengah kesibukannya dalam memimpin perusahan, alumni Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) ini juga melanjutkan studinya di Universitas Muhammdiyah Jakarta (UMJ).