”Terduga teroris ini diamankan di Desa Buntaran, Kecamatan Rejolawang, Tulungagung. Dari penangkapannya diamankan dua pucuk senpi rakitan,” jelasnya.
Sedangkan untuk terduga teroris yang ditangkap di Nganjuk, kata Gatot, berinisial NAM.
“Dalam penangkapan tersangka di Nganjuk diamankan barang bukti satu buku fiqih jihad. Keduanya diduga akan melakukan amaliyah di Jatim dan merupakan bagian dari organisasi JAD (Jamaah Ansharut Daulah),” jelasnya.
Diungkapkan oleh Gatot, dengan penangkapan tersebut, membuktikan negara hadir di tengah masyarakat untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gatot mengimbau kepada masyarakat bila menemukan hal-hal yang mengganggu keamanan di Jatim, segera melaporkan ke pihak berwajib. (B)
