JAKARTA, TELISIK.ID - Saddam Hussein, mantan Presiden Irak yang berkuasa dari tahun 1979 hingga 2003, dikenal sebagai pemimpin dengan kebijakan yang kontroversial dan pemerintahan yang brutal. Di balik kekuasaannya yang penuh dengan peperangan dan penindasan, terdapat beberapa fakta menarik yang jarang diketahui publik.
Dari menulis Al-Qur'an dengan darahnya sendiri hingga memberikan bantuan kepada masyarakat miskin di Amerika, Saddam meninggalkan jejak yang penuh dengan kontradiksi.
Lahir dari keluarga petani di desa kecil dekat Tikrit, Irak, Saddam tumbuh dalam kemiskinan. Ayahnya meninggal sebelum ia lahir, dan ibunya tidak mampu merawatnya, sehingga Saddam dibesarkan oleh pamannya di Baghdad, bersumber dari britanica.
Kondisi ini membentuk karakter Saddam yang keras dan ambisius. Ia bergabung dengan Partai Ba'ath pada tahun 1957 dan terlibat dalam upaya pembunuhan Perdana Menteri Irak pada tahun 1959, yang akhirnya memaksanya melarikan diri ke Mesir dan Suriah.
Setelah kembali ke Irak dan menyelesaikan studinya di Fakultas Hukum Baghdad, Saddam menjadi pemimpin Partai Ba'ath dan memainkan peran penting dalam kudeta yang membawa partai tersebut kembali berkuasa pada tahun 1968.
