5. Saddam muda dibesarkan oleh seorang ibu tunggal dan ingin menjadi pengacara

Saddam muda dibesarkan oleh ibunya setelah ayahnya yang seorang penggembala menghilang. Pengaruh terbesar dalam hidupnya adalah pamannya, yang merupakan anggota Partai Ba'ath. Setelah upaya pembunuhan yang gagal terhadap Perdana Menteri Irak, Saddam melarikan diri ke Mesir dan belajar hukum.

Ketika Qasim dicopot dari jabatannya pada tahun 1963, Saddam kembali ke Irak sebagai seorang pengacara terpelajar dan kembali bergabung dengan Partai Ba'ath.

Proyek menulis Al-Qur'an dengan darahnya sendiri membutuhkan waktu dua tahun dan melibatkan donasi darah sebanyak tujuh galon atau sekitar 27 liter. Hal ini menimbulkan kontroversi besar karena penggunaan darah manusia dianggap tabu dalam budaya Islam.

Meski demikian, kitab tersebut masih ada hingga kini dan disimpan di tempat terkunci di Baghdad. Para ulama masih bingung harus menghancurkan kitab tersebut atau menyimpannya sebagai pengingat dari kebrutalan Saddam. (C)