SIBERIA, TELISIK.ID - Por-Bazhyn dikenal sejak abad ke-18 dan dieksplorasi pada 1891 untuk pertama kalinya. Pada 1957–1963, arkeolog Rusia SI Vajnstejn melakukan penggalian di beberapa area situs bangunan Por-Bazhyn.
Mengutip Sindonews.com, Por-Bazhyn adalah reruntuhan bangunan di pulau danau yang tinggi di pegunungan Tuva selatan, Federasi Rusia. Nama Por-Bazhyn ini berasal dari bahasa Tuvinian yang berarti 'rumah tanah liat', yang disematkan pada bangunan benteng di pulau misterius di Siberia.
Tidak adanya tanda bahwa benteng-benteng itu pernah digunakan, masih menjadi misteri dari Por-Bazhyn. Para ilmuwan membutuhkan lebih dari 120 tahun untuk memahami alasannya.
Dimulai 131 tahun yang lalu ketika ahli etnografi bernama Dmitry Klements menemukan sebuah benteng kuno di sebuah pulau yang indah di Danau Tere-Khol. Pulau itu terletak di salah satu dari daerah yang paling sulit dijangkau di Republik Tuva di perbatasan dengan Mongolia.
Apa yang dia lihat adalah suatu keanehan dengan berbagai alasan. Reruntuhan membentuk persegi panjang yang teratur dan terbentuk dengan baik disertai jalan labirin di dalamnya. Bangunan itu menyerupai mandala Buddha atau Hindu dan sangat berbeda dari apa pun yang pernah ditemukan di wilayah republik seperti dilansir dari Id.rbth.com.
