Sayangnya, sistem operasi Fire OS terlalu terikat pada ekosistem Amazon dan minim dukungan Google Play Store. Harga tinggi serta fitur yang dianggap gimmick membuat penjualan anjlok.

Hanya dalam hitungan bulan, harganya jatuh drastis hingga 99 sen dengan kontrak. Amazon akhirnya mencatat kerugian inventaris sekitar US$170 juta dan menghentikan produksi.

3. BlackBerry Storm (2008)

Sebagai jawaban atas iPhone, BlackBerry merilis Storm dengan layar sentuh SurePress yang bisa diklik secara fisik, memberikan sensasi mengetik seperti keyboard fisik. Ini dianggap inovatif di masanya.

Kenyataannya, layar sering macet, respons lambat, penuh bug perangkat lunak, dan tidak punya Wi-Fi di versi awal.