Melansir Jawapos, dalam catatan media, beberapa nama yang mendatangi Jokowi antara lain Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Menteri Pangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Kehadiran mereka terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan, yaitu antara tanggal 8 hingga 11 April 2025.
Menteri Trenggono menyebut, kunjungannya hanya sebatas silaturahmi dengan tokoh yang pernah memimpin mereka. “Silaturahmi sama bekas bos saya. Sekarang masih bos saya,” ucap Trenggono usai pertemuan, dikutip dari Tribunnews.
Hal senada disampaikan Budi Gunadi Sadikin yang juga datang di hari yang sama. Ia menyebut kedatangannya ke Solo untuk bersilaturahmi dengan mantan Presiden yang pernah menjadi atasannya. Meski begitu, pernyataan ini memicu sindiran soal kesetiaan dalam konteks jabatan menteri yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera turut angkat bicara terkait pertemuan tersebut. Ia mengingatkan agar tidak muncul kesan adanya dua pusat kekuasaan di pemerintahan. “Yang pertama tentu silaturahmi tetap baik, tapi yang kedua tidak boleh ada matahari kembar,” ujar Mardani.
Menurut Mardani, meski yakin Presiden Prabowo tidak akan tersinggung atas pertemuan itu, jajaran kabinet seharusnya tetap menjaga kewibawaan pemimpin tertinggi negara.
