3. Spanyol

Dilansir dari Zonabanten.com, sejak 2008 jumlah kelahiran di Spanyol turun 18 persen. Sedangkan jumlah pasangan tanpa anak naik hampir tiga kali lipat, jadi 4,4 juta pada 2015. Angka kelahiran itu jadi salah satu yang terendah di negara maju. Hingga pemerintah Spanyol mendorong orang untuk sering berhubungan seks.

Bahkan, pada Januari 2017, Perdana Menteri Spanyol Mariano Rajoy mengangkat jabatan Menteri Seks yang untuk mengurus peningkatan angka kelahiran. Edelmira Barreira ditunjuk sebagai tsar seks negara itu, dan pekerjaan pertama adalah membuat pasangan di Spanyol menghasilkan lebih banyak bayi.

4. Rusia

Di Rusia, melakukan lebih banyak seks dianggap sesuatu yang harus dinikmati setiap pasangan, tak hanya untuk kesenangan tapi juga meningkatkan populasi. Negara Vladimir Putin menghadapi masalah wanita tidak cukup menghasilkan bayi, jumlah pria muda terus berkurang, dan HIV/AIDS meningkat.