Disisi lain, perwakilan buruh bangunan, menyampaikan keluhan mereka yang meliputi persoalan gaji yang masih kecil, tidak memiliki jaminan sosial dan tempat tinggal mereka.
Sedangkan, perwakilan buruh tambang juga mempersoalkan upah buruh lokal yang masih kecil dibandingkan dengan upah buruh.
Setelah mendengar beberapa aspirasi buruh dan masyarakat, Anies Baswedan mengatakan, apa yang ia dengar merupakan kabar yang tidak mengenakkan yang dialami masyarakat Sulawesi Tenggara.
“Semua yang disampaikan, bukan kabar yang mengenakkan, yang disampaikan adalah kenyataan tentang ketimpangan, kenyataan perhatian yang tidak setara, kebijakan yang tidak berkeadilan,” terangnya dihadapan para warga yang hadir.
Ia menjelaskan, dengan masalah-masalah tersebut merupakan masalah yang ingin mereka perjuangkan bersama-sama, untuk mengubahnya menjadi Indonesia yang adil bagi semua.
