Perjalanan yang dilakukan pada malam hari secara sembunyi-sembunyi ini hampir saja digagalkan oleh orang Quraisy. Saat rombongan tiba di pinggir pantai untuk menyeberang, datang dua kapal yang bisa digunakan untuk moda transportasi.

Ketika orang Quraisy sudah tiba di pantai, rombongan Muslim sudah jauh bertolak. Sesampainya di Etiopia, mereka mendapat perlakuan baik dari penduduk setempat dan dibiarkan untuk menetap di sana. 

Keberhasilan sekelompok umat Muslim mencari perlindungan ini membuat kaum Quraisy marah besar, mereka tidak mau ada orang Muslim yang bisa hidup damai.

Diutuslah Amr bin Ash dan Abdullah bin Rabi’ah untuk melakukan negoisasi kepada Raja Negus dengan tujuan mempengaruhi sang raja. Dengan begitu, umat Muslim akan diusir dari Etiopia. Keduanya membawa sejumlah hadiah untuk diberikan kepada raja.

Sesampainya di istana, keduanya menemui sang raja dan berkata. “Wahai tuan raja, mereka (orang Islam) yang datang ke negeri ini sebenarnya hanya orang-orang bodoh yang telah banyak melakukan keonaran di negeri sendiri.