LONDON, TELISIK.ID - Ilmuwan menemukan tanda-tanda cuaca ekstrem yang kini sering terjadi, bahkan mereka memberikan kode merah pada bumi.

Dikutip dari Sciencealert.com, sebuah laporan baru dari koalisi ilmuwan internasional tentang parahnya krisis lingkungan yang kita alami.

Melansir Sindonews.com, penemuan 15 tanda vital (cuaca ekstrem yang kerap terjadi) dan didefinisikan bahwa bumi dalam keadaan sekarat akibat perubahan iklim tak terbentahkan. Bahkan ilmuwan ekologi memaparkan tanda-tanda ini diartikan bahwa bumi di ambang kiamat.

Jumlah bencana terkait iklim meningkat, laporan itu memperingatkan, dengan penderitaan manusia akan terus meningkat dengan cepat. Beberapa di antaranya meningkatnya frekuensi kejadian panas ekstrem, meningkatnya kehilangan tutupan pohon secara global (dengan kebakaran hutan memainkan peran utama di dalamnya), dan lebih banyak kasus virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk.

Seorang ahli Ekologi, Christopher Wolf dari Universitas Negeri Oregon mengatakan, tanda zona merah bumi yang dilacak oleh para peneliti termasuk anomali suhu permukaan, perubahan massa es Antartika, keasaman laut, dan banjir besar di AS yang menelan biaya setidaknya satu miliar dolar untuk dibersihkan.