Di kalangan suku Miao di Tiongkok Barat Daya, festival tahunan ini menjadi ajang muda-mudi saling merayu.
Wanita menyiapkan nasi berwarna-warni yang dibungkus sapu tangan, lalu menyisipkan hadiah kecil dengan makna tertentu.
Jika ada jarum dan benang, misalnya, itu bisa jadi undangan untuk memberi hadiah balasan. Pria yang tertarik akan menyanyikan lagu untuk merayu.
Tradisi-tradisi di atas menunjukkan bahwa mencari pasangan bukan sekadar soal perasaan, melainkan juga melibatkan keluarga, kreativitas, dan simbol budaya.
Meskipun sebagian sudah beradaptasi dengan zaman modern, nilai-nilai di baliknya tetap dijaga sebagai bagian dari identitas masyarakat. (C)
