Dari penghasilan itu, Sulastri masih harus menyisihkan Rp500.000 untuk biaya sewa kost. Sisa uang tersebut digunakannya untuk makan sehari-hari dan kebutuhan anaknya.

Meski hidup serba terbatas, ia tetap berusaha menyimpan sedikit demi sedikit untuk keperluan sekolah sang anak kelak.

“Anak saya belum sekolah. Tapi saya biasa ajarkan dia berhitung dan membaca di kost,” tutur Sulastri sembari tersenyum tipis.

Karena tidak memiliki tempat penitipan anak, Sulastri selalu membawa anaknya bekerja ke dapur katering.

Beruntung, pemilik usaha memahami keadaannya dan memberikan kelonggaran selama sang anak tidak mengganggu aktivitas di dapur.