“Kadang bos juga bantu jagakan kalau saya sedang sibuk. Saya bersyukur masih ada orang baik yang mau mengerti,” ungkapnya.
Baca Juga: Angklung Sedulur Tergusur dari Malioboro Yogyakarta, Kini Adu Peruntungan di Kendari
Sebelum pindah ke Kendari, ia sempat menumpang tinggal di rumah ibunya di desa. Namun karena merasa tidak nyaman dengan omongan tetangga, ia memilih pergi dan memulai hidup baru di kota.
Sulastri mengaku masih sering merasa tertekan secara mental akibat tekanan ekonomi dan statusnya sebagai janda yang ditinggal saat hamil. Namun demi masa depan anaknya, ia memilih untuk tetap kuat dan bekerja keras setiap hari.
“Saya ingin anak saya punya masa depan yang lebih baik. Jangan sampai kaya saya juga,” pungkasnya.
