Perempuan asal Kabupaten Muna itu mengaku bahwa sejak 2019, ia telah merantau ke Kota Kendari untuk kuliah di UHO. Setelah resmi menyelesaikan studinya, ia memilih bertahan di kota ini, meski belum memiliki pekerjaan tetap.
Baca Juga: Angklung Sedulur Tergusur dari Malioboro Yogyakarta, Kini Adu Peruntungan di Kendari
Alih-alih bergabung dengan perusahaan besar transportasi daring seperti Gojek atau Grab, Alsa justru memilih jalur yang lebih sederhana. Ia menjadi ojek online khusus perempuan melalui sebuah grup WhatsApp yang beranggotakan lebih dari 600 perempuan.
“Dalam grup ada lebih 600 orang. Perempuan semua, kurirnya 12 orang,” jelasnya.
Setiap pagi, ia keluar rumah sejak pukul 07.00 WITA, memanfaatkan waktu saat mahasiswa mulai masuk kuliah. Mayoritas penumpangnya adalah mahasiswa UHO yang sudah akrab dengan jasanya.
