Sisilia juga mengatakan yang mengalami derita serupa bukan hanya dirinya, melainkan hampir semua warga Tunggala. Bahkan beberapa rumah tetangga telah ditinggalkan pemiliknya akibat banjir lumpur yang menerus menghantui.
Baca Juga: Perjuangan Wa Abe Seorang Diri Hidupi Anak, Dari ART hingga Jual Kelapa Muda
Sesilia tidak berharap banyak. Ia hanya menginginkan pemerintah memberikan perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Saluran air yang memadai dan tanggul penahan di wilayah gusuran perumahan.
"Janganmi dulu kasih sembako. Tidak penting itu, kita masih bisa beli sendiri kalau cuma mie dengan beras. Cukup diperbaiki ini saluran air. Dengan perumahan itu ditanggul gusurannya," tegas Sisilia.
Sesilia bukanlah satu-satunya. Tetapi kisahnya mencerminkan luka kolektif warga yang tinggal di bawah bayang-bayang pembangunan yang tidak ramah lingkungan. (C)
