Banjir ini bukan pertama kalinya terjadi di Desa Bangun. Warga setempat mengatakan, peristiwa serupa sudah sering terjadi setiap musim hujan.
Debit air yang tidak mampu terbendung oleh sungai membuat air meluap dan merendam hampir seluruh area desa. Saat ini, ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai paha orang dewasa, sehingga arus kendaraan pun tersendat.
Selain itu, beberapa wilayah di Kecamatan Sampolawa turut terendam banjir akibat intensitas hujan yang sangat lebat sejak Minggu tadi. Tak hanya permukiman warga, dua sekolah dan satu puskesmas pembantu (pustu) juga ikut terendam banjir.
Halaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Sampolawa terlihat dipenuhi air hujan, sementara ruas jalan depan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 4 Sampolawa tidak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor akibat derasnya aliran air.
Baca Juga: Viral Guru SMP Jalan Kaki Lintas Provinsi hingga 80 KM Gegara Ajukan Mutasi Ditolak
