"Dengan adanya kerja sama dengan pabrik pupuk organik ini, saya tidak ragu lagi untuk memberdayakan semua jenis tanaman di desa saya terutama tanaman nilam," tambahnya.
Baca juga: Pro Kontra Rencana Penggunaan Jalan Umum Sebagai Jalan Hauling Bergulir di DPRD Konsel
Baca juga: Begini Kata BKPSDM Butur Soal Penundaan Jadwal Pendaftaran Seleksi CPNS dan PPPK 2021
Sebelumnya, kata dia, kelangkaan pupuk membuat desa yang dipimpinnya memiliki hasil tidak maksimal. Namun, untuk masalah ini pihaknya sudah mengatasi, apalagi pupuk Dinosaurus ini dapat digunakan untuk semua jenis tanaman.
"Makanya hingga tahun 2022 nanti saya yakin warga saya tidak memerlukan dana BLT lagi dan saya akan tolak dana tersebut," lanjutnya.
