Untuk nilam saja, warga sudah memiliki penghasilan Rp 15 juta bersih setiap bulan dari lahan yang dibagikan, ditambah lagi dengan hasil panen jagung dan padi.
"Mereka bisa memiliki penghasilan tambahan lima atau sepuluh juta dan jika dijumlahkan, warga saya bisa berpenghasilan Rp 20 juta sampai Rp 25 juta perbulan," ungkapnya.
Sekian itu, pupuk yang digunakan adalah pupuk organik dan dapat di gunakan pada semua jenis tanaman yang fungsinya membangkitkan humus tanah. Bahkan tanah yang sudah terkombinasi dengan zat kimia selama ini dapat subur kembali, dan akan diberi harga sesuai dengan harga pabrik.
Saat ini sisa lahan dari 248 Ha yang ia miliki, rencananya akan digunakan untuk pengembangan tanaman poral dan bibitnya akan ia adakan dengan menggunakan dana desa yang ia miliki. (B)
Reporter: Thamrin Dalby
