MUNA, TELISIK.ID - Lomba panjat pinang biasanya dilakukan pada momentum HUT kemerdekaan RI. Namun berbeda halnya dengan masyarakat Desa Labasa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna, setiap tahunnya mereka secara turun-temurun melakukannya pada libur hari raya idul fitri. Itu sudah menjadi tradisi.
Ratusan masyarakat Desa Labasa, berbondong-bondong memadati pelataran masjid Darul Fala untuk menyaksikan lomba panjat pinang yang dilaksanakan setiap tahun, setelah pelaksanaan salat idul fitri.
Para penonton bersorak-sorai dengan meriah, kala melihat para peserta lomba hendak mencapai puncak untuk mengambil hadiah yang bergelantungan di puncak batang pinang yang sebelumnya dilumuri oli dan gomo.
Perjuangan yang tidak mudah memaksa puluhan peserta harus bekerja sama untuk mencapai puncak, guna mengambil beragam hadiah yang disediakan panitia lomba, ada 33 jenis hadiah termasuk uang tunai ratusan ribu rupiah.
Seperti diungkapkan ketua panitia kegiatan, Rusman, siapa pun bisa mengikuti lomba, baik anak-anak maupun orang dewasa. Lomba ini diperuntukan bagi seluruh masyarakat yang siap berpartisipasi untuk mengikuti lomba.
