Pada tahun 2017 lalu, Puslitbang Pendidikan dan Keagamaan Balitbang Diklat Kementerian Agama menerbitkan buku "Top 10 Ekosantri, Pionir Kemandirian Pesantren".
Terdapat 10 pesantren atau lokasi yang kemandirian ekonominya dikupas dalam buku hasil penelitian tersebut. Salah satunya adalah Desa Mlangi.
Disebutkan dalam tulisan Muhammad Murtadho ini bahwa di Desa Mlangi ada sekitar 16 pesantren.
Pesantren paling tua adalah pesantren As-Salafiyah yang dibangun 5 Juli 1921 oleh KH Masduki. Awalnya, bukan sebuah pesantren. Melainkan komunitas belajar agama yang ada di musholla kecil. Akhirnya berkembang menjadi pesantren.
Selain itu ada pula pesantren Al-Huda, pesantren Al-Falakiyah dan seterusnya. Dengan banyaknya pondok pesantren inilah mengapa Mlangi disebut sebagai desa wisata religi. Apalagi warga kampung juga terlihat religius.
