MUNA, TELISIK.ID - Layangan (Kaghati) tradisional Kolope Muna merupakan layangan tertua di dunia yang ada sekitar 4.000 tahun.

Layang yang terbuat dari daun umbian Kolepe yang dikeringkan dan seratnya dari nenas hutan, telah mengikuti lomba baik ditingkat nasional maupun internasional.

Tak banyak yang tahu, ternyata pengrajin dan penerbang layangan tradisional itu berasal dari Desa Waara, Kecamatan Loghia, Kabupaten Muna.

Kepala Desa (Kades) Waara, La Lukari menerangkan, ada dua warganya menjadi pengrajin dan penerbangan Kagahti Kolope. Adalah almarhum La Masili dan La Sima. Berkat Kaghati Kolope, keduanya telah keliling Indonesia dan mancanegara mengikuti lomba. Hasilnya, keduanya selalu menjadi juara.

Baca Juga: Mengenal Layang-Layang Tertua di Dunia Bakal Diterbangkan Juli dalam Even Kaghati Kolope Muna